Sanjay-Dutt
Aktor Bollywood Sanjay Dutt menggelar konferensi pers di kediamannya di Mumbai, India, Kamis, 25 Februari 2017 setelah dihukum karena terseret kasus bom Mumbai yang terjadi pada 1993 silam. (foto: REUTERS/Shailesh Andrade)

rumpi.net – Aktor Bollywood Sanjay Dutt selain dikenal karena filmnya, dirinya juga dikenal dengan kontroversinya. Gara-gara kerap berurusan dengan pihak berwajib Sanjay Dutt juga dicap sebagai bad boy.

Seperti kasus Sanjay Dutt yang pernah heboh, mengenai keterlibatan dirinya dengan sebuah jaringan narkoba. Bahkan, Sanjay Dutt sempat dipenjara selama tujuh tahun karena kepemilikan senjata api dan terkait dengan aksi terorisme di Mumbai yang menewaskan lebih dari 250 orang.

Sadar bahwa dirinya bukan sosok yang baik dan tak layak di contoh. Sanjay Dutt secara “blak-blakan” tak mau ketiga anaknya, Shahraan, Trishala, dan Iqra, menjadi seperti dirinya.

“Ayahku membesarkan kami sebagai anak normal. Saya dikirim ke sekolah asrama dan saya melewati penggemblengan. Dan saya juga sama dengan anak-anak saya,” ujar Sanjay Dutt, seperti dilansir dari Bollywoodlife, Minggu, 17 September 2017.

“Saya mencoba untuk mengajarkan anak-anak tentang nilai-nilai kehidupan, dan mengajari mereka bahwa menghormati orangtua sangat penting. Kalian harus menghargai kehidupan. Saya hanya berdoa agar anak saya tidak seperti saya. Karena apa yang telah ayah saya jalani, saya tidak ingin melewati itu,” tambah Sanjay Dutt, yang merupakan putra dari artis legendaris Bollywood, Sunil Dutt dan Nargis.

Sanjay Dutt merasa sangat terpukul ketika dipenjara, namun dirinya mengaku tak pernah kehilangan kasih sayang dari sang ibu.

Karena menurutnya, sikap sang ibu tak pernah berubah terhadapnya, meski dirinya tengah menjalani masalah yang sangat serius.

“Semua ibu sama, mereka tidak dapat melihat kesalahan apa pun pada anak mereka. Apa pun yang terjadi. Jika seseorang mengeluh bahwa ‘Sanju (sapaan Sanjay Dutt) telah melakukan ini’, dia tidak dapat memercayainya. Dia biasa saja marah pada mereka,” tandasnya. (lip)

BAGIKAN